loading…
Pernyataan kontroversial yang dilontarkan miliarder teknologi, Elon Musk pada April lalu soal dolar AS dan AI kini menjadi sorotan tajam para pelaku pasar global. Foto/Dok
Melalui unggahannya di platform X, Musk menegaskan bahwa lonjakan produktivitas akibat AI dan robotika akan menciptakan disrupsi ekonomi masif jika tidak diimbangi dengan redistribusi daya beli kepada masyarakat.
Baca Juga: Elon Musk Sebut AS 1.000% Bakal Bangkrut: Utang Amerika Tembus Rp713.684 Triliun
“Jika AI dan robot meningkatkan output produksi secara drastis, maka Anda harus mendistribusikan dolar kepada masyarakat atau akan terjadi disinflasi masif,” tulis Elon Musk.
Dilema Cetak Uang: Solusi Musk Ancam Bangkrutkan Negara?
Logika dasar di balik peringatan Musk terbilang lugas: lonjakan pasokan barang tanpa disertai penambahan jumlah uang beredar akan membuat nilai tiap dolar melonjak tinggi (disinflasi/deflasi). Bagi perekonomian modern yang sangat bergantung pada utang dan konsumsi, kondisi ini amat membahayakan.
Namun, usulan Musk untuk membagikan pendapatan dasar universal (universal high income) lewat pencetakan dolar baru memicu penolakan keras dari para ekonom moneter. “Rencana pencetakan uang masif tersebut kemungkinan besar akan membangkrutkan pemerintah mana pun yang mencobanya,” puji ekonom, Shankar Sanyal dalam tanggapannya di X.