Barcelona mulai dikaitkan dengan Lautaro Martinez dalam pencarian penyerang baru menjelang musim 2026/2027. Kapten Inter Milan itu masuk radar Blaugrana sebagai alternatif apabila upaya mendapatkan Julian Alvarez dari Atletico Madrid benar-benar menemui jalan buntu.
Nama Lautaro muncul setelah Atletico menunjukkan sikap keras mengenai masa depan Alvarez. Barca Blaugranes, mengutip laporan El Desmarque, Selasa (11/08/2026) menyebut striker Argentina berusia 28 tahun tersebut kini termasuk salah satu nama yang disukai Barcelona jika transfer Alvarez tidak bisa diwujudkan.
Laporan itu bahkan menyebut Barcelona siap membuka pembicaraan dengan Inter mengenai kemungkinan transfer Lautaro Martinez. Namun, sampai tahap ini kabar tersebut masih berupa laporan bursa transfer dan belum disertai pengumuman kesepakatan dari Barcelona maupun Nerazzurri.
Ketertarikan tersebut bukan sesuatu yang sepenuhnya mengejutkan. Lautaro sudah beberapa kali dikaitkan dengan Barcelona pada tahun-tahun sebelumnya, tetapi kebutuhan Blaugrana mendapatkan penyerang tengah membuat namanya kembali masuk pembicaraan menjelang penutupan bursa transfer musim panas.
Julian Alvarez sebelumnya menjadi salah satu target utama Barcelona untuk memperkuat lini depan. Penyerang Atletico Madrid tersebut mempunyai kemampuan mencetak gol sekaligus bergerak fleksibel di sekitar kotak penalti, karakter yang membuatnya menarik bagi proyek Hansi Flick.
Namun, Atletico Madrid tidak menunjukkan tanda-tanda ingin mempermudah kepindahan pemainnya kepada rival domestik. Kondisi tersebut membuat Barcelona mulai mempertimbangkan alternatif agar tidak menghabiskan sisa waktu bursa transfer hanya untuk mengejar satu pemain.
Menurut Barca Blaugranes, situasi Alvarez yang semakin berpeluang bertahan di Atletico membuat Lautaro Martinez naik dalam daftar pilihan Barcelona. El Toro dianggap mempunyai pengalaman, produktivitas, serta karakter bermain yang memungkinkan dirinya langsung memberikan dampak di Camp Nou.
The Sun dalam laporan yang menjadi salah satu sumber artikel ini juga menyebut Hansi Flick dan Direktur Olahraga Barcelona Deco melihat Lautaro sebagai profil yang cocok. Situasi tersebut berkembang ketika Atletico bersikeras tidak ingin menjual Alvarez kepada sesama klub La Liga.
Lautaro Martinez Bukan Pemain yang Mudah Dibeli
Masalah terbesar Barcelona terletak pada posisi Lautaro di Inter. Ia bukan sekadar penyerang utama, melainkan kapten, simbol tim, sekaligus salah satu pemain terpenting yang membangun era sukses Nerazzurri dalam beberapa musim terakhir.
Inter secara resmi memperpanjang kontrak Lautaro Martinez hingga 30 Juni 2029 pada Agustus 2024. Kesepakatan jangka panjang tersebut membuat Nerazzurri berada dalam posisi kuat dan tidak mempunyai kebutuhan mendesak untuk menjual kaptennya.
Ketika perpanjangan kontrak diumumkan, Inter menggambarkan Lautaro sebagai kapten dan pemain penting dalam perjalanan klub. Pada enam musim pertamanya saja bersama Nerazzurri, penyerang kelahiran Bahia Blanca tersebut sudah membukukan 282 pertandingan dan 129 gol.
Karena itu, Barcelona kemungkinan membutuhkan tawaran besar sekaligus persetujuan sang pemain untuk membuat transfer menjadi realistis. Barca Blaugranes menyebut Inter mungkin bersedia mendengarkan apabila Lautaro sendiri menyampaikan keinginan untuk mencari tantangan baru setelah delapan tahun berada di Milan.
Lautaro bergabung dengan Inter dari Racing Club pada musim panas 2018. Dari penyerang muda Argentina yang awalnya harus beradaptasi dengan Serie A, ia berkembang menjadi salah satu pemain paling menentukan sekaligus akhirnya mendapatkan ban kapten Nerazzurri.
Pada musim pertamanya, Lautaro mencetak sembilan gol dari 35 pertandingan. Produktivitasnya meningkat menjadi 21 gol pada musim berikutnya, sebelum kemudian menjadi bagian penting tim Inter yang kembali memenangkan Scudetto pada musim 2020/2021.
Puncak produktivitas awalnya muncul pada musim 2022/2023 ketika ia mencetak 28 gol dalam 57 pertandingan. Lautaro juga membantu Inter mencapai final Liga Champions, selain memenangi Coppa Italia dan Supercoppa Italiana.
Pada musim 2023/2024, ia kembali mencatatkan prestasi besar dengan mencetak 24 gol di Serie A dan menjadi pencetak gol terbanyak kompetisi. Kontribusinya membantu Inter merebut Scudetto ke-20 sekaligus mendapatkan bintang kedua di atas lambang klub.
Rekam jejak tersebut membuat Lautaro sulit dipandang hanya sebagai target transfer biasa. Inter sudah membangun sebagian besar identitas serangannya di sekitar El Toro, sedangkan status kapten membuat pengaruhnya juga besar di luar aspek mencetak gol.
Produktivitas Lautaro Martinez tidak berhenti setelah memasuki usia akhir 20-an. Berdasarkan laporan The Sun dalam bahan sumber, pemain Argentina tersebut mencetak 22 gol di seluruh kompetisi musim lalu ketika Inter memenangkan Serie A dan Coppa Italia.
Catatan tersebut memperkuat alasan Barcelona menempatkannya dalam daftar kandidat striker. Lautaro bukan proyek pemain muda yang masih membutuhkan waktu berkembang, melainkan penyerang yang telah terbukti mampu menjadi tumpuan klub dalam perebutan gelar.
Karakter permainannya juga tidak terbatas sebagai penyelesai akhir. Lautaro mampu turun menjemput bola, bertarung dengan bek tengah, membuka ruang bagi rekan setim, serta bermain bersama penyerang lain maupun menjadi titik utama serangan.
Profil seperti itu berpotensi menarik bagi Flick karena memberikan fleksibilitas. Barcelona bisa menggunakan Lautaro sebagai nomor sembilan utama sekaligus mempertahankan permainan kombinasi cepat yang membutuhkan penyerang aktif ketika tim tidak menguasai bola.
Nama Lautaro kembali menjadi pusat perhatian pada Piala Dunia 2026. Berdasarkan laporan Barca Blaugranes dan The Sun, ia mencetak gol kemenangan Argentina ketika menyingkirkan Inggris pada semifinal sehingga membawa Albiceleste melaju ke partai final.
Kesuksesan bersama Argentina bukan sesuatu yang baru bagi sang striker. Sebelum Piala Dunia 2026, Lautaro sudah memenangkan Piala Dunia 2022 dan dua Copa America bersama Albiceleste.
Ia bahkan menjadi pencetak gol terbanyak Copa America 2024. Inter mencatat Lautaro mencetak gol kemenangan pada final melawan Kolombia, salah satu momen yang semakin memperkuat reputasinya sebagai penyerang untuk pertandingan besar.
Pengalaman internasional tersebut menjadi nilai tambah jika Barcelona benar-benar mencari penyerang yang bisa langsung menjadi pemimpin. Lautaro sudah terbiasa menghadapi tekanan bersama klub besar maupun tim nasional yang selalu dituntut memenangkan trofi.
Perjalanan panjangnya di Italia juga menghasilkan koleksi trofi yang kuat. Ketika kontraknya diperpanjang pada 2024, Lautaro sudah memenangkan dua Scudetto, dua Coppa Italia, serta tiga Supercoppa Italiana bersama Nerazzurri.
Pada Desember 2024, Lautaro juga mencapai pertandingan ke-300 bersama Inter dengan koleksi 135 gol. Ketika itu ia sudah menempati posisi ketujuh dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Nerazzurri.
Catatan itu menunjukkan betapa besar konsekuensinya apabila Inter benar-benar mempertimbangkan penjualan sang kapten. Klub tidak hanya kehilangan pencetak gol utama, tetapi juga figur yang telah menjadi representasi proyek Nerazzurri selama bertahun-tahun.
Secara kontrak, Inter tidak berada dalam posisi tertekan. Lautaro Martinez masih terikat sampai 2029, sehingga klub Italia tersebut mempunyai kendali penuh dalam menentukan apakah negosiasi dengan Barcelona perlu dibuka atau langsung ditutup.
Faktor paling menentukan kemungkinan justru datang dari pemain. Lautaro sebelumnya menunjukkan rasa keterikatan sangat besar terhadap Inter dan mengatakan dirinya bangga memperpanjang kontrak serta ingin terus memenangkan gelar bersama Nerazzurri.
Karena itu, Barcelona membutuhkan lebih dari sekadar ketertarikan. Blaugrana harus meyakinkan pemain bahwa proyek di bawah Flick menawarkan tantangan baru yang cukup menarik untuk membuatnya meninggalkan klub yang sudah dibelanya sejak 2018.
Inter kemudian harus menentukan nilai ekonomis seorang kapten yang masih produktif dan memiliki kontrak panjang. Situasi tersebut membuat transfer Lautaro secara teori jauh lebih rumit dibanding sekadar mencapai kesepakatan mengenai gaji.