Mengawali tahun fiskal baru, raksasa teknologi Microsoft secara mengejutkan mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 2,1% dari total karyawan globalnya. Kebijakan efisiensi ini menyasar sekitar 4.800 pekerja, dengan dampak paling berat dirasakan oleh divisi bisnis komersial dan lini permainan elektronik, Xbox.
Langkah masif ini diambil tepat satu tahun setelah Microsoft melakukan pengurangan sekitar 9.100 karyawan pada Juli tahun lalu.
Dalam memo internal yang dikirimkan kepada staf, Wakil Presiden Eksekutif sekaligus Direktur SDM (CHRO) Microsoft, Amy Coleman, menjelaskan bahwa lompatan teknologi yang bergerak sangat cepat memaksa perusahaan untuk menata ulang sumber daya, peran, dan cara beroperasi.
Tujuan utamanya adalah agar perusahaan dapat beradaptasi dengan dampak masif dari perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Kendati demikian, manajemen Microsoft membantah rumor yang menyebut bahwa posisi manusia sengaja digantikan oleh mesin. Coleman menegaskan bahwa AI hadir untuk mengubah metode kerja, bukan merebut mata pencaharian karyawan.
“Saya ingin menegaskan bahwa posisi yang dihapus hari ini bukan bertujuan untuk digantikan oleh AI,” cetus Coleman.
Divisi Xbox Babak Belur
Divisi konsol gim Xbox menjadi area yang paling menderita akibat perombakan ini. Hanya dalam waktu satu hari pada tanggal 6 Juli, sekitar 1.600 karyawan Xbox langsung menerima surat pemberitahuan pemecatan.
Tidak berhenti di situ, Microsoft berencana memangkas hingga total 20% dari keseluruhan lapangan kerja di divisi Xbox dari sekarang hingga akhir tahun fiskal mendatang. Langkah drastis ini merupakan bagian dari strategi “menata ulang” (reset) seluruh bisnis gim Microsoft yang dalam beberapa tahun terakhir menghadapi tantangan berat.
Selain memangkas karyawan, Microsoft kini sedang memproses penjualan empat studio gim milik Xbox dan mempertimbangkan untuk melepas satu studio lainnya dalam waktu dekat.
Kompensasi dan Program Pensiun Dini
Bagi karyawan yang terdampak, manajemen Microsoft berkomitmen memberikan kebijakan dukungan serta transisi karier yang layak.
“Selagi memungkinkan, prioritas kami adalah menempatkan karyawan ke posisi baru yang sesuai dengan prioritas utama dan area yang memiliki peluang terbesar bagi perusahaan,” ungkap Coleman.
Sepanjang tahun lalu, Microsoft mengeklaim telah memindahkan lebih dari 4,000 karyawan ke posisi baru, termasuk 500 orang di antaranya pada bulan Juli ini. Perusahaan juga berupaya meminimalisasi PHK sepihak lewat program “pensiun sukarela”.
Di Amerika Serikat, karyawan yang memiliki kombinasi jumlah usia dan masa kerja mencapai angka 70 tahun atau lebih memenuhi syarat untuk mengikuti program ini. Mereka yang mengambil opsi pensiun dini akan mendapatkan paket kompensasi berupa: asuransi kesehatan selama 5 tahun yang ditanggung penuh oleh Microsoft, uang pesangon, serta tambahan waktu 6 bulan untuk mencairkan bonus saham yang belum jatuh tempo.