loading…
Nadia Murad Basee, wanita Yazidi Irak mantan korban perbudakan seksual oleh ISIS yang raih Hadiah Nobel Perdamaian. Foto/X @NadiaMuradBasee
Para milisi ISIS merebut sebagian wilayah Irak dan Suriah pada tahun 2014, termasuk tanah leluhur Yazidi di Sinjar, tempat ribuan pria dibunuh dan perempuan serta anak perempuan dijadikan budak seks.
Baca Juga: Yordania Akui Ikut Gabung AS Membombardir Suriah dengan Target ISIS
Para penyelidik PBB kemudian menemukan bahwa tindakan kelompok tersebut sama dengan genosida terhadap minoritas agama berbahasa Kurdi.
“Setelah selamat, banyak dari mereka memutuskan untuk menggunakan suara mereka untuk memperjuangkan keadilan bagi komunitas kami,” kata Murad dalam konferensi pers di Jenewa, yang dikutip AFP, Jumat (31/7/2026).
“Banyak dari mereka masih memiliki anggota keluarga yang ditawan. Orang-orang terkasih mereka yang terbunuh belum diidentifikasi dan dikembalikan,” kata Murad, yang pernah jadi korban perbudakan seksual oleh ISIS sebelum menjadi advokat terkemuka bagi para penyintas Yazidi.