Momentum pasca Ramadan dan Idulfitri 2026 dimanfaatkan banyak keluarga di Indonesia untuk melakukan refleksi, tidak hanya dalam hubungan sosial tetapi juga dalam cara menjalani kehidupan sehari-hari. Perubahan ini mencakup pola konsumsi, pengelolaan keuangan, hingga penentuan prioritas keluarga.
Fenomena tersebut menjadi sorotan dalam kegiatan media gathering Halal Bihalal bertema “Building Meaning in Every Family Choice” yang digelar Kino Indonesia di Jakarta, 29 April 2026. Acara ini menjadi ruang diskusi mengenai perubahan perilaku konsumen yang kini semakin selektif dan berorientasi pada nilai.
Dalam beberapa tahun terakhir, konsep kehidupan bermakna atau meaningful living dinilai mengalami pergeseran. Jika sebelumnya identik dengan pencapaian besar, kini makna hidup lebih banyak ditentukan oleh keputusan kecil yang konsisten dalam keseharian.
Arviane D.B., Head of PR Kino Indonesia, menilai perubahan tersebut sangat relevan dengan dinamika keluarga modern.
“Meaningful living bukan lagi tentang seberapa banyak kita membeli, tetapi bagaimana kita memilih dengan lebih sadar dan bernilai,” ujarnya.
Dalam diskusi tersebut, terungkap bahwa konsumen kini tidak hanya mempertimbangkan harga atau fungsi produk, tetapi juga nilai yang melekat di dalamnya. Hal ini terlihat dari meningkatnya minat terhadap produk yang praktis, relevan, serta mendukung gaya hidup seimbang.
Sebagai perusahaan dengan portofolio lebih dari 30 merek di berbagai kategori—mulai dari personal care, makanan dan minuman, hingga kesehatan—Kino disebut berupaya menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut. Meski memperluas pasar ke lebih dari 40 negara, perusahaan ini menegaskan tetap mengedepankan nilai lokal dalam pengembangan produknya.
Arviane menambahkan bahwa strategi perusahaan bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Generational Connection, Relevant Innovation, dan Meaningful Living.
“Setiap produk lahir dari rasa ingin tahu dan keinginan untuk memberikan nilai lebih bagi konsumen di setiap generasi,” tambahnya.
Dari perspektif finansial, kebiasaan konsumsi sehari-hari dinilai memiliki dampak besar terhadap kondisi ekonomi keluarga dalam jangka panjang. Hal ini disampaikan oleh perencana keuangan Mike Rini dalam forum yang sama.
“Banyak orang fokus pada keputusan besar, padahal keputusan kecil sehari-hari justru paling menentukan kondisi finansial jangka panjang. Smart spending bukan tentang membatasi diri, tetapi tentang membuat pilihan yang lebih intentional dan selaras dengan kebutuhan, nilai, dan prioritas hidup,” jelasnya.
Menurutnya, periode setelah Lebaran merupakan momen yang tepat untuk mengevaluasi kembali pola pengeluaran, terutama setelah meningkatnya konsumsi selama hari raya.
Ia juga menekankan pentingnya konsep mindful consumption, yaitu membeli berdasarkan kebutuhan dan tujuan, bukan karena dorongan sesaat.
“Mindful consumption berarti membeli dengan purpose, bukan karena FOMO atau impulsif. Ketika kita memilih produk yang tepat—yang praktis, berkualitas, dan sesuai kebutuhan—kita sebenarnya sedang berinvestasi pada kualitas hidup jangka panjang,” tutup Mike.