Penyanyi pop asal Amerika Serikat Katy Perry melayangkan protes setelah lagu hitnya, Firework, digunakan dalam unggahan TikTok resmi Gedung Putih yang menampilkan operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran.
Menurut Perry, penggunaan lagu tersebut dilakukan tanpa persetujuannya dan bertentangan dengan pesan yang ingin ia sampaikan melalui karya tersebut.
Kontroversi ini menambah daftar musisi yang keberatan ketika lagu mereka dipakai dalam konten bernuansa politik maupun militer.
Katy Perry Sebut Firework Digunakan Tanpa Izin
Perdebatan bermula dari unggahan akun TikTok resmi Gedung Putih yang menampilkan rekaman serangan militer ke Iran. Video itu menggunakan lagu Firework sebagai musik latar dan disertai narasi yang menyebut Iran telah menerima peringatan.
Pada bagian tertentu, potongan lirik yang berbunyi “boom, boom, boom” dipadukan dengan visual ledakan, sehingga memicu kritik dari sang penyanyi.
Beberapa hari setelah video tersebut beredar, Katy Perry akhirnya menyampaikan keberatannya melalui akun media sosial X.
“Saya sangat terkejut dan marah melihat Firework digunakan di akun TikTok @WhiteHouse sebagai musik latar untuk cuplikan video serangan militer. Saya tidak menyetujui ini, saya tidak diminta, dan saya sama sekali tidak membenarkannya,” tulis Katy Perry.
Katy Perry Tegaskan Makna Lagu Firework
Dalam pernyataan yang sama, Katy Perry menjelaskan bahwa Firework diciptakan sebagai lagu yang membawa semangat optimisme, keberanian, dan harapan bagi siapa pun yang sedang menghadapi masa sulit.
Karena itu, ia menilai penggunaan lagu tersebut dalam video yang berkaitan dengan aksi militer telah mengubah makna asli yang ingin disampaikan.
“Melihat pesan tentang harga diri dan peningkatan diri dipersenjatai untuk mengiringi kehancuran dan kekerasan adalah pelanggaran total terhadap semua yang diwakili lagu saya. Musik saya adalah untuk menyatukan orang, bukan untuk merayakan peperangan,” lanjutnya.
Gedung Putih Merespons Kritik Katy Perry
Pernyataan Katy Perry kemudian mendapat tanggapan dari Kaelan Dorr, Wakil Asisten Presiden Donald Trump.
Melalui media sosial, Dorr mengunggah cuplikan video musik Part of Me, lagu yang dirilis Katy Perry pada 2012. Dalam video klip tersebut, Perry diceritakan mengikuti pelatihan militer sebagai bagian dari alur cerita.
Dorr hanya menambahkan komentar singkat.
“Apakah ini kamu?”
Unggahan tersebut memicu beragam respons dari warganet. Sebagian mendukung sikap Katy Perry yang mempertahankan makna lagunya, sementara yang lain menyoroti kemunculan tema militer dalam video musik Part of Me.
Bukan Kali Pertama Musisi Memprotes Pemerintah
Katy Perry bukan satu-satunya penyanyi yang mempersoalkan penggunaan lagu mereka oleh pemerintah Amerika Serikat.
Sebelumnya, Ariana Grande juga menyampaikan keberatan setelah lagunya Bye digunakan dalam video TikTok Gedung Putih yang menampilkan operasi penangkapan oleh agen Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE).
Selain mereka, sejumlah musisi seperti Sabrina Carpenter, Olivia Rodrigo, Celine Dion, Neil Young, dan The Rolling Stones juga pernah menyatakan penolakan ketika karya mereka digunakan dalam konteks politik atau pesan yang tidak mereka dukung.
Kasus ini kembali mengangkat isu mengenai batas penggunaan karya musik dalam komunikasi politik dan pemerintahan.
Bagi Katy Perry, Firework tetap memiliki satu tujuan utama, yakni memberikan semangat dan harapan kepada pendengarnya, bukan menjadi ilustrasi untuk konflik bersenjata.