loading…
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada perdagangan Jumat pagi. FOTO/dok.SindoNews
“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS yang masih kembali menguat oleh meningkatnya prospek kenaikan suku bunga The Fed pasca FOMC,” kata Chief Analyst Doo Financial Futures Lukman Leong dalam analisisnya di Jakarta, Jumat (19/6/2026).
Baca Juga: BI Tancap Gas, Suku Bunga Acuan Kembali Naik 25 Bps ke Level 5,75%
Menurut Lukman, sikap agresif The Fed mendorong indeks dolar AS naik ke level tertinggi dalam lebih dari satu tahun terakhir. Kondisi tersebut meningkatkan tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Selain faktor moneter, ketidakpastian geopolitik global turut memperkuat posisi dolar AS sebagai aset aman (safe haven). Kekhawatiran terhadap terganggunya pasokan energi dunia akibat konflik geopolitik dinilai menjadi salah satu pemicu utama penguatan mata uang AS.
“Indeks dolar AS sendiri mencapai level tertinggi dalam lebih dari setahun. Kekhawatiran apabila pasokan minyak mentah dunia masih belum akan pulih dari perang ikut mendukung dolar AS,” ujar Lukman.