
Jason Momoa resmi tampil sebagai Lobo dalam film Supergirl: Woman of Tomorrow setelah James Gunn membagikan cuplikan perdana sang aktor memerankan antihero ikonik DC tersebut.
Pengungkapan ini dilakukan melalui sebuah video singkat yang diunggah Gunn di Instagram pada Jumat, menandai penampilan pertama Momoa sebagai Lobo di semesta DC Universe versi terbaru.
Dalam video tersebut, Jason Momoa terlihat keluar dari trailer syuting sambil mengenakan taring khas Lobo. Menghadap kamera, ia mengucapkan satu kata singkat, “Akhirnya,” sebelum kemudian berangkat menuju lokasi pengambilan gambar.
Cuplikan itu dilanjutkan dengan tampilan resmi Momoa sebagai Lobo, memperlihatkan transformasi penuh sang aktor ke dalam karakter antihero brutal yang dikenal liar dan tanpa kompromi.
Supergirl: Woman of Tomorrow menjadi film kedua dalam DC Universe yang direboot oleh James Gunn dan Peter Safran. Film ini menyusul Superman yang dijadwalkan rilis pada 2025, dengan David Corenswet sebagai Superman dan Rachel Brosnahan sebagai Lois Lane.
Dalam Supergirl, peran Kara Zor-El atau Supergirl dimainkan oleh Milly Alcock, aktris yang sebelumnya dikenal lewat serial House of the Dragon.
Film ini disutradarai oleh Craig Gillespie dan turut dibintangi Matthias Schoenaerts sebagai antagonis Krem of the Yellow Hill, serta Eve Ridley sebagai Ruthye Mary Knolle. Naskah film ditulis oleh Ana Nogueira, yang mengadaptasi cerita dari seri komik DC karya Tom King dan ilustrator Bilquis Evely.
Kehadiran Lobo dalam film ini menjadi salah satu elemen yang paling dinanti, mengingat karakter tersebut memiliki basis penggemar yang kuat sejak pertama kali diperkenalkan.
Jason Momoa sendiri telah lama mengungkapkan ketertarikannya untuk memerankan Lobo. Pengumuman resmi mengenai keterlibatannya disampaikan pada Desember 2024, ketika Momoa mengonfirmasi kabar tersebut dengan membagikan kutipan dari wawancara lamanya bersama Fandango pada 2023. Dalam wawancara itu, ia secara terbuka menyebut Lobo sebagai karakter impiannya.
“Aku mengoleksi komik, dan sekarang tidak terlalu sering lagi, tapi dia selalu jadi favoritku, dan aku selalu ingin memerankan Lobo, karena aku pikir, ‘Halo? Ini peran yang sempurna,’” ujar Momoa dikutip Mashable Indonesia dari Variety.
“Maksudku, dengar. Kalau mereka menelepon dan meminta aku memerankannya, jawabanku jelas iya. Aku belum menerima telepon itu, jadi aku tidak mau menyebarkan berita palsu, tapi kalau suatu hari mereka menelepon dan memintaku memerankan atau mengikuti audisi, aku siap,” tambahnya menjelaskan.
Lobo merupakan karakter antihero DC yang dikenal sebagai pemburu bayaran antarplanet terakhir dari ras Czarnian. Ia digambarkan memiliki kekuatan super, faktor penyembuhan ekstrem, kepribadian sadis, serta selera humor gelap yang sering kali melampaui batas.
Tidak seperti pahlawan super pada umumnya, Lobo tidak terikat pada moralitas konvensional dan kerap bertindak semata demi kepentingan pribadi atau bayaran. Karakter ini pertama kali muncul pada era 1980-an dan dengan cepat menjadi ikon karena pendekatannya yang subversif terhadap genre superhero.
Menariknya, Lobo juga dikenal sebagai salah satu karakter DC yang disukai oleh mendiang Stan Lee. Dalam beberapa kesempatan, legenda Marvel tersebut pernah menyebut Lobo sebagai karakter DC yang menonjol karena keberaniannya mendobrak pakem pahlawan super tradisional. Fakta ini semakin mengukuhkan posisi Lobo sebagai karakter lintas semesta yang diakui oleh kreator komik paling berpengaruh di dunia.
Kehadiran Lobo dalam Supergirl: Woman of Tomorrow dipandang sebagai langkah strategis James Gunn untuk memperluas spektrum karakter di DC Universe, tidak hanya berfokus pada pahlawan utama, tetapi juga figur-figur antihero dengan lapisan cerita yang kompleks.
Dengan reputasi Jason Momoa yang lekat dengan karakter-karakter berfisik kuat dan karisma liar, banyak penggemar menilai casting ini sebagai pilihan yang tepat.
Supergirl: Woman of Tomorrow dijadwalkan tayang di bioskop pada 26 Juni. Film ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam pengembangan DC Universe baru, sekaligus memperkenalkan interpretasi segar terhadap karakter-karakter ikonik DC kepada generasi penonton yang lebih luas.